mandalawangi:

6 Rajab 1433/27 May 2012

SHOCKING!!Those are not sacks of rice. Those are dead bodies, mostly children, massacred by Bashar’s regime yesterday in full view of the world that continues to remain silent on Syria. Until when? What more will it take?

Spread this pic for awareness and keep the people of Syria in your dua!!

mandalawangi:

6 Rajab 1433/27 May 2012

SHOCKING!!
Those are not sacks of rice. Those are dead bodies, mostly children, massacred by Bashar’s regime yesterday in full view of the world that continues to remain silent on Syria. Until when? What more will it take?

Spread this pic for awareness and keep the people of Syria in your dua!!

(via annisaadejanira)

13 notes

my new fams ..
ini yang mmbuatku menunda KKN karena ingin punya kontribusi tahun ini untuk almamater.
yah, keluarga baru di PRABU 2012 
selalu ada momment unik, jail, usil, serius, worthed dari proses kepanitiaan sejauh ini.
Semoga berkah amanah ini. 
aamiin :)
sumber foto : antaberjuang.blogspot.com

my new fams ..

ini yang mmbuatku menunda KKN karena ingin punya kontribusi tahun ini untuk almamater.

yah, keluarga baru di PRABU 2012 

selalu ada momment unik, jail, usil, serius, worthed dari proses kepanitiaan sejauh ini.

Semoga berkah amanah ini. 

aamiin :)

sumber foto : antaberjuang.blogspot.com

#aku

#prabu 2012

Pengen bisa ngomong dan kursus bahasa Belanda? Daftar aja langsung ke Yayasan Budaya Mukti, Jl.Banda 26 Bandung-Jawa Barat. pendaftaran tiap hari Senin- jumat ( 09.00-14.00 wib) .
 Disini kalian bisa belajar bahasa serta kebudayaan Negeri Kincir Angin tersebut dari para pengajar yang sudah berpengalaman. Tersedia pula perpustakaan Belanda yang cukup lengkap. 
~saya pengen~
target 2012 
:D

Pengen bisa ngomong dan kursus bahasa Belanda? Daftar aja langsung ke Yayasan Budaya Mukti, Jl.Banda 26 Bandung-Jawa Barat. pendaftaran tiap hari Senin- jumat ( 09.00-14.00 wib) .

 Disini kalian bisa belajar bahasa serta kebudayaan Negeri Kincir Angin tersebut dari para pengajar yang sudah berpengalaman. Tersedia pula perpustakaan Belanda yang cukup lengkap. 

~saya pengen~

target 2012 

:D

2 notes

Open Huis Kebudayaan Belanda: Mooi Nederland Leer Nederlands Met Ons
time : , 2 June 2012 until 2 June 2012 location : Jl. Banda 26 Bandung organized by : Yayasan Budaya Mukti Bandung contact : Yayasan Budaya Mukti Bandung at 0817209621 (Marina) | 087823706077 (Arsyana)
~pengen dateng sodaraaaaah~

Open Huis Kebudayaan Belanda: Mooi Nederland Leer Nederlands Met Ons

time : , 2 June 2012 until 2 June 2012 
location : Jl. Banda 26 Bandung 
organized by : Yayasan Budaya Mukti Bandung 
contact : Yayasan Budaya Mukti Bandung at 0817209621 (Marina) | 087823706077 (Arsyana)

~pengen dateng sodaraaaaah~

[Flash 9 is required to listen to audio.]

Idola Cilik - Tunjuk Satu Bintang

Tunjuk Satu Bintang

Jangan bersedih dan putus asa
Slalu ada jalan bila kau terus berdoa
Tabur harapmu sebanyak bintang
Sebanyak bintang-bintang diangkasa

Gapai bintangmu gapai impian
Jangan menyerah sebelum kau mencoba
Saatnya tiba kau kan bahagia
Melihat bintangmu bercahaya

Reff:
Tunjuk satu bintang dan raihlah
Jangan kau berhenti dan menyerah
Saatnya kan tiba bintangmu bersinar
Saat impianmu
Jadi nyata

Saatnya tiba kau kan bahagia
Melihat bintangmu bercahaya

Tetetp semangat, masih ada SNMPTN TERTULIS…

:)

ayooo, perbanyak DZIKIR, FIKIR, IKHTIAR nya 

1 note

Aku dan Kamu Bisa :)

Mari raih impian 
Bersama kawan semua 
Pasti kita kan bisa 
Ayo Raih bersama 
Pastikan kita kan bisa 
Meraih semua itu 
Bersama selalu 

Hey ayo kita nyanyikanlah nada yang indah dilagumu
Ceria bernyanyi
Janganlah kau bersedih
Kamu dan aku bisa
Hai semua hai semua
Kamu dan aku bisa

Mari raih impian 
Bersama kawan semua 
Pastikan kita kan bisa 
Meraih semua itu 
Bersama selalu 

Hey 
ayo kita
nyanyikanlah
nada yang indah dilagumu
Ceria bernyanyi
Janganlah kau bersedih
Kamu dan aku bisa
Hai semua hai semua
Kamu dan aku bisa

3 notes

Kisah Pembunuh, Salman Al Farisi, dan 2 orang Kakak Beradik.

Asas utama dalam hidup berjamaah yang sekukuh janji adalah kepercayaan. 

Umar ibn Al Khattab sedang duduk di bawah sebatang kurma. Serbannya dilepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai teripis di beberapa bahagian. Di atas kerikil dia duduk, dengan cemeti imaratnya tergeletak di samping tumpuan lengan. Di hadapannya para pemuka sahabat bertukar fikiran dan membahas berbagai persoalan. 

Ada anak muda yang tampak menonjol di situ. Abdullah ibn ‘Abbas. Berulangkali Umar memintanya bicara. jika perbedaan wujud, Umar hampir selalu bersetuju dengan Ibnu abbas. Ada juga Salman Al Farisi yang tekun menyimak. Ada juga Abu Zar Ghifari yang sesekali bicara berapi-api. 

Pembicaraan mereka segera terjeda. Dua orang pemuda berwajah mirip datang dengan mengapit pria belia lain yang mereka cekal lengannya. 

“Wahai Amirul Mukminin,” ujar salah seorang daripada mereka ” Tegakkanlah hukum Allah atas pembunuh ayah kami ini! “ 

Umar bangkit. “Takutlah kalian kepada Allah!” ujar Umar. “Perkara apakah ini?” 

Kedua pemuda itu menegaskan bahawa pria belia yang mereka bawa ini adalah pembunuh ayah mereka. Mereka siap mendatangkan saksi dan bahkan menyatakan bahawa si pelaku ini telah mengaku. 

Umar bertanya kepada sang tertuduh, 

“Benarkah apa yang mereka dakwakan kepadamu ini?” 

“Benar wahai Amirul Mukminin!” 

“Engkau tidak menyangkal dan di wajahmu kulihat ada sesal!” Umar menyelidik dengan teliti. “Ceritakanlah kejadiannya!” 

“Aku datang dari negeri yang jauh, ” kata pemda itu. “begitu sampai di kota ini, aku tambatkan kudaku di sebuah pohon dekat kebun milik keluarga mereka. Ku tingggalkan ia sejenak untuk mengurus suatu hajat tanpa aku tahu ternyata kudaku mulai makan sebahagian tanaman yang ada di kebun mereka.” 

“Saat aku kembali,” lanjutnya sembari menghela nafas, ” Kulihat seorang lelaki tua yang kemudian aku tahu adalah ayah dari kedua pemuda ini sedang memukul kepala kudaku dengan batu hingga haiwan malang itu tewas mengenaskan. Melihat kejadian itu, aku dibakar amarah dan kuhunus pedang. Aku khilaf, aku telah membunuh lelaki tua itu. Aku memohon ampun kepada Allah kerananya.”

Umar termenung.

“Wahai Amirul Mukminin,” kata salah satu dari kedua adik beradik itu, “Tegakkanlah hukum Allah. Kami minta qishash atas orang ini. Jiwa dibayar jiwa” 

Umar melihat pada pemuda tertuduh itu. Usianya masih sangat muda. Pantas saja dia mudah dibakar hawa amarah. Tapi sangat jelas bahwa wajahnya teduh. Akhlaknya santun. Gurat-gurat sesal tampak jelas membayang di air mukanya. Umar iba dan merasa alangkah sia-sianya jika anak muda penuh adab dan berhati lembut ini harus mati begitu pagi 

“Bersediakah kalian,” ucap Umar ke arah pemuda penuntut qishash , ” menerima pembayaran diyat dariku atas pemuda ini dan memaafkannya?” 

Kemudian pemuda itu saling pandang, ” Demi Allah, hai Amirul Mukminin, ” jawab mereka. “Sungguh kami sangat mencintai ayah kami. Dia telah membesarkan kami dengan penuh cinta. Keberadaannya di tengah kami takkan terbayar dan terganti dengan diyat sebesar apapun. Hati kami baru tenteram jika had ditegakkan!” 

Umar terhenyak. “Bagaimana menurutmu?” tanyanya kepad pemuda sang terdakwa 

“Aku ridha hukum Allah ditegakkan ke atasku, wahai Amirul Mukminin” kata si pemuda dengan yakin. 

“Namun ada yang menghalangiku untuk sementara ini. Ada amanah dari kaumku atas beberapa benda maupun perkara yang harus aku sampaikan kembali kepada mereka. Demikian juga keluargaku. Aku bekerja untuk menafkahi mereka. Hasil jerih payah di perjalanan terakhirku ini harus aku serahkan pada mereka, juga memohon redha dan keampunan ayah dan ibuku” 

Umar terenyuh. Tak ada jalan lain, hudud harus ditegakkan. tetapi pemuda itu juga memiliki amanah yang harus ditunaikan..“Jadi bagaimana?” tanya Umar 

“Jika engkau mengizinkanku, wahai Amirul Mukminin, aku minta waktu tiga hari untuk aku kembali ke daerah asalku guna menunaikan segala amanah itu. Demi Allah, aku pasti kembali di hari ketiga untuk menetapi hukumanku. Saat itu, tegakkanlah  had untukku tanpa ragu, wahai Putera Al Khattab. “ 

“Adakah orang yang bisa menjaminmu?”

“Aku tidak memiliki seorang pun yang ku kenal di kota ini hingga dia bisa kuminta menjadi penjaminku. Aku tak memilki seorang pun penjamin kecuali Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” 

“Tidak! Demi Allah, tetap harus ada seseorang yang menjaminmu atau aku tak mengizinkanmu pergi” 

“Aku bersumpah dengan nama Allah yang amat keras ‘adzabnya. Aku takkan menyalahi janjiku” 

“Aku percaya. Tetapi tetap harus ada manusia yang menjaminmu!” 

“Aku tak punya!”

“Wahai Amirul Mukminin!” terdengar sebuah suara yang berat dan berwibawa menyela. “Jadikan aku sebagai penjamin anak muda ini dan biarkanlah dia menunaikan amanahnya!” 

Inilah dia Salman al Farisi yang tampil mengajukan diri. 

“Engkau hai Salman, bersedia menjamin anak muda ini?” 

“Benar, aku bersedia!” 

“Kalian berdua adik beradik yang mengajukan gugatan, “ panggil Umar, “Apakah kalian bersedia menerima penjaminan dari Salman Al Farisi atas orang yang telah membunuh ayah kalian ini. Adapaun Salman demi Allah, aku bersaksi tentang dirinya bahawa dia lelaki kesatria yang jujur dan tak sudi berkhianat.”

Kedua pemuda itu saling pandang. “Kami menerima,” kata mereka nyaris serentak.

**********************

Waktu tiga hari yang disediakan untuk sang terhukum nyaris habis. Umar gelisah tak keruan. Dia mundar-mandir sementara Salman duduk khusyu’ di dekatannya. Salman tampak begitu tenang padahal jiwanya di hujung tanduk. Andai lelaki pembunuh itu tak datang memenuhi janji, maka dirinyalah selaku penjamin yang akan menggantikan tempat sang terpidana untuk menerima qishash. 

Waktu terus menghambat. Pemuda itu masih belum muncul.

Kota Madinah mulai terasa kelabu. Para sahabat berkumpul mendatangkan Umar dan Salman. Demi Allah mereka keberatan jika Salman harus dibunuh sebagai badal (ganti). Mereka sungguh tak ingin kehilangan sahabat yang pengorbanannya untuk Islam begitu besar itu . Salman seorang sahabat yang tulus dan rendah hati. Dia dihormati. Dia dicintai. 

Satu demi satu dimulai dengan Abu Darda’ beberapa sahabat mengajukan diri sebagai pengganti Salman jika hukuman benar-benar dijatuhkan kepadanya. Tetapi Salman menolak. Umar juga menggeleng. Matahari terus lingsing ke barat. Kekhawatiran Umar makin memuncak. Para sahabat makin kalut dan sedih. 

Hanya beberapa saat menjelang habisnya batas waktu, tampak seseorang datang dengan berlari bertatih dan terseok. Dia pemuda itu, sang terhukum “Maafkan aku,” ujarnya dengan senyum tulus sembari menyeka keringat yang membasahi sekujur wajah, “Urusan untuk kaumku itu ternyata berbelit dan rumit sementara untaku tak sempat beristirehat. Ia kelelahan nyaris sekarat dan terpaksa ku tinggalkan di tengah jalan. Aku harus berlari-lari untuk sampai ke mari hingga nyaris terlambat” 

Semua yang melihat wajahnya dan penampilan pemuda ini merasakan satu sergapan iba. Semua yang mendengar penuturannya merasakan keharuan mendesak-desak. Semua tiba-tiba merasa tak rela jika sang pemuda harus berakhir hidupnya di hari itu.

“Pemuda yang jujur,” ujar Umar dengan mata berkaca-kaca, “Mengapa kau datang kembali padahal bagimu ada kesempatan untuk lari dan tak harus mati menanggung qishash?” 

Sungguh jangan sampai orang mengatakan,” kata pemuda itu sambil tersenyum ikhlas,Tak ada lagi orang yang tepat janji. Dan jangan sampai ada yang mengatakan, tak ada lagi kejujuran hati di kalangan kaum Muslimin.“ 

“Dan kau Salman,” kata Umar bergetar, “Untuk apa kau susah-susah menjadikan dirimu penanggung kesalahan dari orang yang tak kau kenal sama sekali? Bagaimana kau bisa mempercayainya?” 

Sungguh jangan sampai orang bicara,” ujar Salman dengan wajah yang teguh, Bahwa tak ada lagi orang yang mau saling membagi beban dengan saudaranya. Atau jangan sampai ada yang merasa, tak ada lagi rasa saling percaya di antara orang-orang Muslim.” 

“Allahuakbar!” kata Umar, “Segala puji bagi Allah. Kalian telah membesarkan hati umat ini dengan kemuliaan sikap dan agungnya iman kalian. Tetapi bagaimanapun wahai pemuda, had untukmu harus kami tegakkan!” 

Pemuda itu mengangguk pasrah. 

Kami memutuskan….” kata salah seorang dari adik beradik pengugat tiba-tiba menyeruak. “Untuk memaafkannya,” Mereka tersedu sedan. 

“Kami melihatnya sebagai seorang yang berbudi dan tepati janji. Demi Allah, pasti benar-benar sebuah kekhilafan yang tak disengaja jika dia sampai membunuh ayah kami. Dia telah menyesal dan beristighfar kepada Allah atas dosanya. Kami memaafkannya. Janganlah menghukumnya, wahai Amirul Mukminin. “

“Alhamdulillah! Alhamdulillah!” ujar Umar. Pemuda terhukum itu sujud syukur. Salman tak ketinggalan menyungkurkan wajahnya ke arah kiblat mengagungkan asma Allah, yang kemudian bahkan diikuti oleh semua hadirin. 

“Mengapa kalian tiba-tiba berubah fikiran?” tanya Umar pada kedua ahli waris korban. 

Agar jangan sampai ada yang mengatakan, ” jawab mereka masih terharu, “Bahwa di kalangan kaum Muslimin tak ada lagi kemaafan, pengampunan, iba hati dan kasih sayang. “ 

Sumber : ‘Dalam Dekapan Ukhuwah’ 

5 notes

#kisah

#hikmah

Saudara seiman adalah dirimu
hanya saja dia itu orang lain
sebab kalian saling percaya
maka kalian adalah satu jiwa
hanya saja kini sedang hinggap
di jasad yang berbeda

al Kindi- 

2 notes

#saudara

#seiman

The True Power Of Love

CINTA … 

lebih lembut dari yang terlembut dan lebih didaya dari yang terkuat 

Salah satu tanda cinta adalah berupaya untuk tidak menampakkan kasih sayang dan cinta demi menghormati, mengagungkan, takut kepada Sang Kekasih yang dicintai, dan cemburu bila rahasia-Nya diketahui orang lain. Sesungguhnya, cinta merupakan salah satu rahasia Sang Kekasih 


karena cinta, yang pahit berasa manis
karena cinta, tembaga menjadi emas
karena cinta, ampas menjadi anggur murni
karena cinta, penyakit menjadi penawar 
karena cinta, yang mati menjadi hidup
karena cinta, sang raja menjadi hamba 


(Rumi)

3 notes

#cinta

#sejati

Gara-gara update status FB, masuk neraka ! nauudzubillahimindzalik

Suatu pagi yang indah, Ranid yang tengah asik mengutak-atik blognya mendapatkan sebuah pesan singkat dari seorang teman.

Yang berbunyi :

Tatsqif di Masjid Al Hidayah jam 8-slsai. pembicara Ust Sanwani. Sebarkan!!


Segera ia berberes-beres menyiapkan diri untuk turut hadir dalam kajian tersebut. Ranid seorang pemuda biasa, bersekolah di tempat yang biasa, teman-temannya pun dari kalangan yang biasa-biasa saja. Bukan orang yang pintar tapi juga bukan orang yang bodoh. Tidak ada satu hal yang dirasa spesial dalam diri seorang Ranid. Dalam benaknya ia hanyalah seorang manusia biasa, di kehidupan yang biasa, tapi dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa.

Ditemani sepeda motor kesayangannya Ranid pun sampai di tempat yang dimaksud. Ia sudah tak sabar untuk mendengarkan tausiyah dari Ust Sanwani yang memang dikenal sebagai sosok sersan (serius tapi santai) lengkap dengan aksen betawi yang memang menjadi ciri khas pembawaan dari sang ustadz tersebut.

Segera Ranid duduk di shaff akhir dikarenakan memang sudah banyak jama’ah yang hadir di dalam masjid tesebut. Seketika Ranid duduk, sang ustadz sedang membahas masalah Facebook. Ranid tidak mengerti apa kaitan antara Facebook dengan keikhlasan. Ia pun menyimak dengan teliti dan menunggu satu demi satu kata-kata yang diucapkan oleh Ustadz Sanwani.

“Kalo segala sesuatu tanpa diiringi niat karna Allah, hati-hati dah jangan sampe kita termasuk orang-orang yang celaka nanti di akherat,” ucap Ustadz Sanwani.

Ustadz Sanwani melanjutkan ceramahnya, “Makanya ente-ente kalo pada bikin status pesbuk juga karna Allah, inget nanti tangan kita bakalan bersaksi tentang apa aja yang udah ia tulis di stiap status-status kita.”

Kemudian Ustadz Sanwani membacakan sebuah hadits. 

Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata:

“Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya manusia paling pertama yang akan dihisab urusannya pada hari kiamat adalah: Seorang lelaki yang mati syahid, lalu dia didatangkan lalu Allah membuat diamengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu apa yang kamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu berperang agar kamu dikatakan pemberani, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia).’

Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka. Dan (orang kedua adalah) seseorang yang mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan dia membaca (menghafal) Al-Qur`an. Maka dia didatangkan lalu Allah membuat dia mengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu apa yang kamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan aku membaca Al-Qur`an karena-Mu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu menuntut ilmu agar kamu dikatakan seorang alim dan kamu membaca Al-Qur`an agar dikatakan, Dia adalah qari`, dan kamu telah dikatakanseperti itu (di dunia).’ Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk kedalam neraka.

Dan (yang ketiga adalah) seseorang yang diberikan keluasan (harta) oleh Allah dan Dia memberikan kepadanya semua jenis harta. Maka dia didatangkan lalu Allah membuat dia mengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu  apa yang kamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku tidak menyisakan satu jalanpun yang Engkau senang kalau seseorang berinfak di situ kecuali aku berinfak di situ untuk-Mu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu melakukan itu agar dikatakan, Dia adalah orang yang dermawan, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia).’ Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkanmasuk ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 1905)

“Nah ntar ada giliran Facebookers ditarik, dihadapkan di muka persidangan. Allah Sang Hakim bertanya, ‘Hei udah ngapain di dunia?’ ‘Saya buat Facebook supaya bisa dakwah,’ belum sempet tuh Facebookers ngomong lengkap. Allah udah ngebantah, ‘Ente bohong, dusta! Ente apdate status supaya dijempolin orang kan?! Ente apdate status supaya dikomentarin orang, ente tersenyum bangga ketika ada yang nge-like ataupun komentarin kan?! Ente cuma keluh-kesah di Facebook terhadap semua nikmatKu.’ Segera Allah memanggil malaikatNya untuk menarik muka sang Facebookers dan menjebloskannya ke dalam neraka.”

Naudzubillah min dzalik..

Ranid pun terhenyak kaget bukan kepalang. Ia sering membaca hadits tersebut. Namun ia juga sering melupakan hal itu. Bab niat merupakan hal sederhana yang sering dilupakan oleh banyak orang. Ranid menengok kesana-kemari guna melihat apakah ada teman-temannya yang hadir pada kajian kali ini. Ia berharap teman-temannya ikut mendengarkan isi kajian kali ini. Namun nyatanya tidak ia hanya datang seorang diri di tengah masyarakat banyak yang mereka tidak mengenalinya.

Sesungguhnya hari pembalasan itu akan datang, balasan bagi kita manusia atas apa yang telah ia lakukan semasa hidupnya, dan bagaimana ia menghabiskan masa muda dan tuanya.

teringat lirik lagu :

Akan datang hari

Mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa

Tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita

Bila harinya

Tanggung jawab, tiba…

-inilah batas tipis antara kebaikan dan keburukan. semoga kita senantiasa memperaharui niat dan melakukan aktivitas yang bermanfaat sehingga kita bisa melewati yaumul hisab kita dengan baik-

sumber: 

oase iman

Si Ranid dan Ceramah Ustadz

Oleh Dinar Zul Akbar

http://www.eramuslim.com/oase-iman/dinar-zul-akbar-si-ranid-dan-ceramah-ustadz.htm

10 notes

#cerita

#hikmah

annisaadejanira replied to your photo: CERITA SEPATU ini adalah kisah sepatu, sepatu… So ssweeetttt.. jadi keinget, pernah ngasih kado apa ke mama? Kayaknya belum pernah :’((((((((((((((

ayo nis, mumpung masih ada umur .. :) 

CERITA SEPATU
ini adalah kisah sepatu, sepatu baru mama.
beli sepatu yang penuh perjuangan, tapi ga lebih hebat dari perjuangan seorang mama. :)
Sebelum dan Sesudah, mau bilang :
“Met milad ma. Semoga makin sukses”
ga perlu panjang do’anya, karena biarkan do’a spesialku untuknya hanya Allah dan aku saja yang tau :).
balik lagi ke cerita.
Berawal dari rencana aku dan adikku uci (ainur23.tumblr.com) ingin membeli hadiah untuk mama saat beliau milad.
Dan keputusan jenis kado, jatuh pada hadiah sepatu.
Kenapa?
Karena menurut saya sepatu adalah kendaraan bagi mama. Ibu saya yang super sibuk tiap hari, dan otomatis sepatu adalah teman sejati dan bisa di bilang saksi bisu seluruh kerja keras mama selama ini. 
Dan uniknya, mama itu bukan tipe orang yang suka gonta-ganti sepatu tiap hari kaya ibu-ibu gaul cem sekarang. Meskipun, saya ngerti banget kalo mama mau, beliau bisa beli cemmacem sepatu yang beliau mau, dan gonta-ganti tiap hari. Tapi inilah kesederhanaan mama. Beliau lebih suka menabungnya, atau menjadikannya modal usaha, atau apa gitu yang menurut beliau lebih bermanfaat. Tapi selain itu, karena beliau juga tipe orang yang kalo udah pw sama barang, barang itu bakal beliau pake tiap hari. kaya tas, sepatu, dll. terus kalo udah ga layak pake, baru ganti baru. dan beda sama mama-mama gaul masa kini, yang tiap hari sepatu sama tasnya ganti nyesuain sama bajunya.
nah, teringat sekitar dua bulan yang lalu ..
aku sama mama jalan-jalan di daerah kings. waktu itu kita masuk ke toko sepatu, dan liat sepatu Favorit mama. tapi terus bilau bilang gini sama mba-mba pramusaji nya:

“Nanti ya mba saya kesini lagi. Uangnya mau saya belanjain kain dulu”

Dan, itulah kejadiannya. ketika beliau mendahulukan kepetingan saya pada saat itu. kain itu dibeli buat ngemodalin bisnis saya.
T.T 
pas itu berpikir, kalo udah jadi orangtua ga boleh egois ya? tapi kalo mama mau kan gpp. uang-uang mama ini.
Nah, oleh karena itu, di momment yang tepat ini saya berencana beli sepatu yang sempat tertunda itu. Lokasi belinya jauh banget sama kampus, tapi mungkin karena niat baik, selalu ada pertolongan. Tadi temen yang tinggal di bandung, dijemput sama kakaknya dan ga sengaja lewat toko target.
Saat itu cuaca panas, dan saya dalam kondisi sedang tidak makan. Lapar, haus.. tapi harus semangat. sudah menemukan barang yang diinginkan. langsung cek, bayar dan langsung pergi. tujuan selanjutnya salman. karena hari ini jadwalnya mama ke salman.
pas lewat pengemis buta, saya lewatin. tapi saya ga ngasih uang. mikirnya “kan tadi udah sedekah, baru seribu” (*sombong amiiiit)
sesampainya di salman. cape hah heh hoh. cerita sama temen beli sepatu buat mama, dan temen ngeliat, dan yang bikin shock pas di cek .. SEPATU NYA SEBELAH KIRI dua-duanya. Oh NO!
sedih banget. langsung inget, pengemis tadi. apalah artinya ngasih ke dia, kalo akhirnya saya harus balik lagi dan ngabisin ongkos lagi. dan yang paling bikin saya sedih adalah GA TELITI!#ugh
alhasil, karena pengen ngasih surprisenya hari ini, saya langsung balik ke lokasi yang makan satu jam. huhu
pas sampe sana, pengemis itu masih ada dong. T.T
masih berdiri. sampe akhirnya saya ngasih ga seberapa. sampe akhirnya, saya curhat sama mbanya, kalo sepatunya dua-duanya kiri. dan pihak toko juga minta maaf karena ga ngecekin.
gini nih, kalo dua makhluk ga teliti bertemu. T.T
berharap, bisa langsung pulang ke rumah gagal. lantaran ga bawa kunci, da emang rencana awal mau ke salman. otomatis harus ke salman. berharap perjalanan ga makan waktu lama. karena sejujurnya saat itu udah lemes. akhirnya ngambil rute yang berbeda saat perjalanan pulang pertama, dan alhamdulillah lebih cepat.
surprise
dari sejak awal ketemu mama di salman, udah nenteng tas sepatunya. tapi mama ga nanya sama sekali. sampe pada akhirnya, di depan rumah. mama mulai curiga akhirnya bilang deh ..

ini buat mama

mama tersenyum. 
dan ga lama mama bilang gini:

mama udah tau kok mau ngasih sepatu.

haha, ini gegara suka ninggalin jendela facebook. akhirnya mama bisa liat chat aku sama uci.
tapi semoga mama suka deh.

semoga sepatunya bermanfaat, dan menyertai langkahmu kemana saja engkau pergi. semoga menjadi saksi bisu, perjalanan karir mu di luar rumah yang cemerlang (kalo di dalem rumah, ga mungkin pake sepatu kan?) hehe
:)

CERITA SEPATU

ini adalah kisah sepatu, sepatu baru mama.

beli sepatu yang penuh perjuangan, tapi ga lebih hebat dari perjuangan seorang mama. :)

Sebelum dan Sesudah, mau bilang :

“Met milad ma. Semoga makin sukses”

ga perlu panjang do’anya, karena biarkan do’a spesialku untuknya hanya Allah dan aku saja yang tau :).

balik lagi ke cerita.

Berawal dari rencana aku dan adikku uci (ainur23.tumblr.com) ingin membeli hadiah untuk mama saat beliau milad.

Dan keputusan jenis kado, jatuh pada hadiah sepatu.

Kenapa?

Karena menurut saya sepatu adalah kendaraan bagi mama. Ibu saya yang super sibuk tiap hari, dan otomatis sepatu adalah teman sejati dan bisa di bilang saksi bisu seluruh kerja keras mama selama ini. 

Dan uniknya, mama itu bukan tipe orang yang suka gonta-ganti sepatu tiap hari kaya ibu-ibu gaul cem sekarang. Meskipun, saya ngerti banget kalo mama mau, beliau bisa beli cemmacem sepatu yang beliau mau, dan gonta-ganti tiap hari. Tapi inilah kesederhanaan mama. Beliau lebih suka menabungnya, atau menjadikannya modal usaha, atau apa gitu yang menurut beliau lebih bermanfaat. Tapi selain itu, karena beliau juga tipe orang yang kalo udah pw sama barang, barang itu bakal beliau pake tiap hari. kaya tas, sepatu, dll. terus kalo udah ga layak pake, baru ganti baru. dan beda sama mama-mama gaul masa kini, yang tiap hari sepatu sama tasnya ganti nyesuain sama bajunya.

nah, teringat sekitar dua bulan yang lalu ..

aku sama mama jalan-jalan di daerah kings. waktu itu kita masuk ke toko sepatu, dan liat sepatu Favorit mama. tapi terus bilau bilang gini sama mba-mba pramusaji nya:

“Nanti ya mba saya kesini lagi. Uangnya mau saya belanjain kain dulu”

Dan, itulah kejadiannya. ketika beliau mendahulukan kepetingan saya pada saat itu. kain itu dibeli buat ngemodalin bisnis saya.

T.T 

pas itu berpikir, kalo udah jadi orangtua ga boleh egois ya? tapi kalo mama mau kan gpp. uang-uang mama ini.

Nah, oleh karena itu, di momment yang tepat ini saya berencana beli sepatu yang sempat tertunda itu. Lokasi belinya jauh banget sama kampus, tapi mungkin karena niat baik, selalu ada pertolongan. Tadi temen yang tinggal di bandung, dijemput sama kakaknya dan ga sengaja lewat toko target.

Saat itu cuaca panas, dan saya dalam kondisi sedang tidak makan. Lapar, haus.. tapi harus semangat. sudah menemukan barang yang diinginkan. langsung cek, bayar dan langsung pergi. tujuan selanjutnya salman. karena hari ini jadwalnya mama ke salman.

pas lewat pengemis buta, saya lewatin. tapi saya ga ngasih uang. mikirnya “kan tadi udah sedekah, baru seribu” (*sombong amiiiit)

sesampainya di salman. cape hah heh hoh. cerita sama temen beli sepatu buat mama, dan temen ngeliat, dan yang bikin shock pas di cek .. SEPATU NYA SEBELAH KIRI dua-duanya. Oh NO!

sedih banget. langsung inget, pengemis tadi. apalah artinya ngasih ke dia, kalo akhirnya saya harus balik lagi dan ngabisin ongkos lagi. dan yang paling bikin saya sedih adalah GA TELITI!#ugh

alhasil, karena pengen ngasih surprisenya hari ini, saya langsung balik ke lokasi yang makan satu jam. huhu

pas sampe sana, pengemis itu masih ada dong. T.T

masih berdiri. sampe akhirnya saya ngasih ga seberapa. sampe akhirnya, saya curhat sama mbanya, kalo sepatunya dua-duanya kiri. dan pihak toko juga minta maaf karena ga ngecekin.

gini nih, kalo dua makhluk ga teliti bertemu. T.T

berharap, bisa langsung pulang ke rumah gagal. lantaran ga bawa kunci, da emang rencana awal mau ke salman. otomatis harus ke salman. berharap perjalanan ga makan waktu lama. karena sejujurnya saat itu udah lemes. akhirnya ngambil rute yang berbeda saat perjalanan pulang pertama, dan alhamdulillah lebih cepat.

surprise

dari sejak awal ketemu mama di salman, udah nenteng tas sepatunya. tapi mama ga nanya sama sekali. sampe pada akhirnya, di depan rumah. mama mulai curiga akhirnya bilang deh ..

ini buat mama


mama tersenyum. 

dan ga lama mama bilang gini:

mama udah tau kok mau ngasih sepatu.

haha, ini gegara suka ninggalin jendela facebook. akhirnya mama bisa liat chat aku sama uci.

tapi semoga mama suka deh.

semoga sepatunya bermanfaat, dan menyertai langkahmu kemana saja engkau pergi. semoga menjadi saksi bisu, perjalanan karir mu di luar rumah yang cemerlang (kalo di dalem rumah, ga mungkin pake sepatu kan?) hehe

:)


4 notes

#cerita

#sepatu

“Surat Cinta”

Yippy, Kemarin ada James Bond yang punya acara SDMK ..

Saya selaku Project Supervisor nya proker biro SDMK tiap bulan kudu nyiapin acara buat upgrading satu kabinet.

Intinya sih, kegiatan refreshing buat ngumpulin semua orang di kabinet tapi punya inti pengen meng-upgrade- ilmunya temen-temen di BEM Kema UNPAD.

Nah, bulan ini namanya James Bond, ada singkatannya tuh itu. hehe

Kemarin materi yang di sampaikan  menarik, karena kita ngundang trainer yang dulunya kuliah di psikologi unpad. Materinya tentang “komunikasi organisasi”.

Sang Pemateri, menyampaikan materi secara atraktif dengan menggunakan simulasi. Dari ketiga simulasi itu, bisa di rangkum 3 poin penting dalam sebuah “Komunikasi di Organisasi”

1. Antisipasi. Sebagai seorang yang melakukan komunikasi kita harus sudah bisa memprediksi respon seseorang saat kita menyampaikan sesuatu. Sehingga kita bisa tahu apa ya respon orang terhadap kita? misal responnya marah, selanjutnya apa yang harus kita lakukan, dll. Begitu

2. Lebih banyak mendengar. Banyak mendengar bukan berarti pasif, melainkan kita harus lebih banyak mendengarkan orang lain. Dengan banyak mendengar kita jadi tahu lebih banyak informasi, dan dari situ kita bisa menyimpulkan sesuatu. Dan poin ini sangat penting untuk seorang pemimpin.

3. Membangun Relasi. Sempat tertinggal poin bagian ini. Tapi dari simulasi yang dilakukan saya lebih setuju dengan “Apresiasi” dalam sebuah organisasi “apresiasi” adalah suatu hal yang penting, sekecil apapun kontribusi yang ia berikan untuk sebuah organisasi tetaplah harus di apresiasi. Bukankah orang cenderung senang ya, kalo di puji dan di hargai atas jerih payahnya selama ini. 

hhe,

Nah, apa hubungannya sama surat cinta???

Simulasi yang dilakukan untuk menyampaikan poin ke-3 diatas adalah dengan menggunakan “Surat Cinta”.

Ketika masing-masing orang diberikan 4 lembar kertas, kemudian ia menuliskan pengalaman yang berkesan, atau bentuk kekaguman bagi seseorang yang akan dituju. Kemudian„ tiap baris menghadap ke arah yang berlawanan, kemudian teman-teman yang lain, menyimpan “Surat Cinta” dibelakang badannya. dan ga boleh dikasih nama pengirimnya.

Saya? dapet 6 surat Cinta, dari ke enam ada dua yang bikin sayang ketawa, abis dua-duanya lebaaay.

karena baik, cerewet, lucu, bawel, berani, pokonya unyu-unyu (-_-“), bagaikan pedang dan tameng di medan perang.


Tenang.Melihat parasmu saja sudah menenangkan. membuatku ingin bercakap dan berbagi lebih dan lebih setiap harinya ^__^


haha. tapi makasih loooh..

Semoga kalian disana disayang sama Allah. aamiin :)

Semoga makin erat Kabinet Signifikan, dan makin SIGNIFIKAN :)


1 note

#surat cinta

Belajar Bahasa Jawa

  • Terdapatlah sebuah percakapan di twitter antara temen saya yang bapaknya orang jawa tapi lama di sunda ga pernah ke jawa, dengan temannya (temen saya juga) yang asli jogja dan yang satu lagi turunan semarang, tapi fasih bahasa jawa karena di rumah conversationya *halah* pake bahasa jawa. dari ketiga kategori di atas yang cocok sama saya profile yang pertama, bedanya saya tiap taun pasti pulang kampung .. hha *kok malah curhat*
  • Nah, singkat kata, si (sebutlah) A sedang ingin belajar bahasa jawa, mungkin mau nikah sama orang jawa kali yaa .. haha *uups.
  • Dia bertanya-tanya, apa bahasa jawanya 'ini', apa bahasa jawanya 'itu', sampai pada pertanyaan :
  • A : Bahasa Jawanya, 'saya lagi sibuk apaan'
  • B ; Kula lagi sibuk,
  • C ; hah .. bahasa jawanya sibuk apaan ya?
  • Nah, si saya sempet ajah, baca trus jadi penasaran dan langsung sigap nanya sama mama ..
  • H : Ma, bahasa jawanya sibuk apa??
  • M : hm, apa ya? .. hm .. repoot ..
  • H : ohyayaya, repot ya? hha, repot bahasa jawa ya? kirain bahasa inggris.. ohoho, itu report
  • terus tiba-tiba papa nongol, dan .. mama nanya ..
  • M: Pah, bahasa jawanya sibuk apa ya?
  • dan dengan santai nya papa langsung bilang :
  • P: seeBBBuk .. *pake nada medok* plus B nya di tebalkan ..
  • saya sama mama : langsung ngerti dan ketawa.. hahahaha

1 note

#belajar

#bahasajawa

[Flash 9 is required to listen to audio.]

Karena Ibu adalah madrasah pertama bagi keluarga ..

Karena Ibu adalah guru sejati sepanjang hidup ..

Pahlawan tanpa tanda jasa ..

Rela Berkorban 

Pantang Menyerah

Terima kasih guruku

pagiku cerahku
matahari bersinar…
ku gendong tas merahku di pundak…
slamat pagi semua
ku nantikan dirimu
di depan kelasku menantikan kami..
guruku tersayang
guru tercinta
tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal..
guruku terima kasihku…
nakalnya diriku kadang buatmu marah…
namun segala maaf kau berikan..
reff::
guruku tersayang …
guru tercinta tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal…
guruku terima kasihku…

“Selamat Ulang Tahun Mama, Semoga semakin disayang Allah” 

12 notes

Page 1 of 75

1

2

3

4

5

Next ›